BAGI Ruben Amor, bekerja di dunia perhotelan bukan sekadar profesi, melainkan sumber kebahagiaan. Selama puluhan tahun berkecimpung di industri ini, ia mengaku lebih banyak merasakan sisi menyenangkannya ketimbang tantangan yang dihadapi.
“Dunia hotel itu dinamis,” ujarnya. “Setiap hari kita bertemu orang baru, dengan latar belakang yang berbeda-beda. Tapi yang menarik, di sini kita belajar untuk melayani siapa pun tanpa memandang siapa mereka.”
Baginya, setiap tamu yang datang memiliki satu kesamaan: keinginan untuk mendapatkan pelayanan terbaik. Dan di situlah nilai kemanusiaan dalam industri hospitality benar-benar terasa. “Ketika seseorang datang dan menginap di hotel kita, itu artinya ia mempercayakan kenyamanannya kepada kita. Di situlah seni melayani itu hidup,” tambah Ruben.
Industri hotel, menurutnya, akan selalu berkembang mengikuti zaman. Dari pelayanan manual hingga kini bertransformasi dalam sistem digital, perubahan itu tak membuatnya kehilangan semangat, justru semakin memacu dirinya untuk beradaptasi.
“Hotel adalah bisnis yang selalu bergerak. Kita harus peka terhadap tren, termasuk perkembangan digital yang kini menjadi bagian penting dari layanan modern,” ungkapnya.
Baginya, bekerja di hotel berarti berada di ruang yang selalu hidup — tempat di mana interaksi, pelayanan, dan inovasi berpadu menjadi satu. Dan di sanalah Ruben menemukan arti kebahagiaan dalam profesinya: melayani dengan hati, dan terus tumbuh bersama perubahan zaman. **
Penulis: Karolina, Editor: Igo Kleden

