JAKARTA — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi meluncurkan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) melalui Seleksi Bersama Masuk (SBM) Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Tahun Akademik 2026/2027, Rabu (11/2/2026). Langkah ini menjadi bagian dari penguatan sumber daya manusia (SDM) guna mendukung transformasi pariwisata nasional menuju pariwisata berkualitas dan berdaya saing global.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa daya saing pariwisata ke depan sangat bergantung pada kualitas SDM, bukan hanya pada kekuatan destinasi.
“Daya saing sektor pariwisata ke depan tidak hanya bergantung pada destinasi, tetapi juga pada kualitas layanan, pengalaman wisatawan, serta kemampuan industri dalam beradaptasi dengan perubahan global,” ujar Widiyanti dalam peluncuran yang digelar secara daring.
Sepanjang 2025, sektor pariwisata Indonesia mencatatkan capaian positif. Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 15,39 juta orang, sementara perjalanan wisatawan nusantara menembus 1,2 miliar perjalanan. Rata-rata pengeluaran wisman tercatat sebesar 1.267 dolar AS, melampaui target. Sektor ini juga menyerap 25,91 juta tenaga kerja dan tetap menjadi salah satu penggerak utama perekonomian nasional.
Untuk menjaga tren tersebut, Kemenpar menetapkan lima program unggulan 2026, yakni Peningkatan Keselamatan Berwisata, Pengembangan dan Penguatan Desa Wisata, Program Pariwisata Berkualitas, Event by Indonesia, serta transformasi digital melalui Tourism 5.0.
Widiyanti menekankan industri pariwisata membutuhkan SDM yang mampu membaca tren global, menguasai teknologi, memahami kebutuhan wisatawan, dan memiliki perspektif keberlanjutan.
Politeknik Pariwisata dinilai memegang peran strategis dalam membentuk talenta vokasi yang unggul dan siap kerja, termasuk dalam aspek standar keselamatan, kualitas layanan, dan konsistensi pengalaman wisatawan.
Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar, Martini Mohamad Paham, menyatakan SBM Poltekpar merupakan langkah strategis untuk menjaring calon mahasiswa terbaik melalui proses seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel.
“Seleksi bersama ini menjadi wujud komitmen kita dalam memperkuat citra dan posisi Poltekpar sebagai institusi pendidikan vokasi pariwisata yang terpercaya,” ujar Martini.
Ketua PMB Poltekpar 2026/2027, Herry Rachmat Widjaja, menjelaskan total kuota penerimaan mahasiswa baru tahun ini mencapai 3.610 mahasiswa yang tersebar di enam Poltekpar, yakni Medan, Palembang, Bandung, Bali, Lombok, dan Makassar.
Dari jumlah tersebut, 60 persen atau 2.166 mahasiswa dialokasikan melalui jalur SBM, sementara 40 persen atau 1.444 mahasiswa melalui jalur Seleksi Mandiri Masuk.
Program studi yang tersedia meliputi 10 prodi di Poltekpar NHI Bandung, 9 prodi di Poltekpar Bali, 9 prodi di Poltekpar Medan, 8 prodi di Poltekpar Makassar, serta masing-masing 4 prodi di Poltekpar Palembang dan Lombok. Selain itu, terdapat masing-masing 1 prodi di PSDKU Sragen dan PSDKU Manado.
Target pendaftar jalur SBM tahun 2026 ditetapkan sebesar 175 persen dari kuota atau sekitar 3.791 calon mahasiswa. Tahapan seleksi resmi dimulai 11 Februari hingga 5 Mei 2026.
Melalui peluncuran ini, Kemenpar berharap SBM Poltekpar 2026 menjadi etalase nasional pendidikan vokasi pariwisata sekaligus memperkuat sinergi dengan industri dalam menyiapkan SDM pariwisata yang kompeten dan berdaya saing global.***

