SMSI Denpasar Soroti Dampak Sosial Kemacetan, Dorong Solusi Terintegrasi

Spread the love

DENPASAR – Persoalan kemacetan yang kian kompleks di Kota Denpasar tidak lagi sekadar isu lalu lintas, melainkan telah berkembang menjadi persoalan sosial perkotaan. Melalui Diskusi Publik bertajuk “Kemacetan Kota Denpasar: Tantangan Urban dan Solusi Kolaboratif”, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Denpasar bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Denpasar menghadirkan forum dialog lintas sektor guna merumuskan solusi jangka panjang.

Kegiatan yang digelar di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Kamis (26/2/2026), ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar dan mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, kepolisian, hingga pelaku usaha.

Dalam keynote speech Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Adhi Merta, ditegaskan bahwa kemacetan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Kemacetan menyebabkan berkurangnya waktu bersama keluarga, meningkatnya stres pengguna jalan, hingga menurunnya produktivitas warga. Selain itu, keselamatan berlalu lintas dan kualitas lingkungan perkotaan turut terancam.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Ketut Sriawan, menyebut dominasi kendaraan pribadi sebagai pemicu utama kepadatan lalu lintas. Minimnya integrasi transportasi publik memperburuk situasi, terutama di kawasan metropolitan Sarbagita yang mobilitasnya bersifat lintas wilayah.

Guru Besar Universitas Warmadewa, Putu Rumawan Salain, menekankan pentingnya perubahan paradigma masyarakat terhadap mobilitas. Ia mengusulkan penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi melalui integrasi kamera pemantau lintas instansi.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Denpasar, Yusuf Dwi Admodjo, menegaskan pentingnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas sebagai fondasi perubahan sosial.

Diskusi publik ini menegaskan bahwa kemacetan adalah persoalan kolektif yang memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Kegiatan ini turut didukung oleh Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Garuda TV Bali, Living World, Kura Kura Bali, Bappeda Denpasar, PD Pasar Kota Denpasar, PDAM Kota Denpasar, BPJS Kesehatan, Swiss-BelResort Pecatu, Hotel Cakra, Hatten Wines, STB Runata, Quest San Hotel Denpasar, serta Discovery Kartika Plaza.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *