BALI – Selama satu dekade terakhir, Canggu menjadi simbol gaya hidup modern di Bali. Kafe kreatif, komunitas digital nomad, hingga budaya selancar menjadikan kawasan ini magnet bagi wisatawan sekaligus investor.
Namun lanskap investasi di Bali kini mulai bergeser.
Seiring meningkatnya kepadatan dan pertumbuhan yang berlangsung tanpa perencanaan kawasan yang kuat, sebagian investor mulai mencari alternatif yang menawarkan stabilitas jangka panjang.
Perhatian mereka kini tertuju pada wilayah selatan Bali, terutama Nusa Dua dan Uluwatu.
Berbeda dengan kawasan lain yang berkembang secara organik, Nusa Dua memiliki sejarah pengembangan yang lebih terencana. Kawasan ini telah lama dikenal sebagai enclave pariwisata premium dengan kehadiran jaringan hotel internasional seperti The St. Regis Bali Resort, Hilton Bali Resort, The Westin Resort Nusa Dua, dan Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort.
Selain itu, sejumlah proyek strategis seperti pengembangan Marina Benoa dan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus kesehatan di Sanur turut memperkuat infrastruktur pariwisata di wilayah selatan.
Kombinasi antara infrastruktur, zonasi yang jelas, serta pengembangan yang lebih terencana menjadikan kawasan ini semakin menarik bagi investor global dan individu dengan nilai kekayaan tinggi.
Dalam konteks inilah proyek hunian seperti OctaSun Residence mulai menarik perhatian pasar internasional.
Dikembangkan oleh Seven Sky Villas, proyek ini menghadirkan 26 vila dalam kompleks privat dengan layanan bergaya resort. Operasionalnya dikelola oleh Betterplace dengan sistem manajemen profesional yang ditujukan bagi pemilik dari berbagai negara.
Konsepnya tidak hanya menawarkan tempat tinggal, tetapi juga aset investasi yang transparan. Sistem pelaporan digital memungkinkan pemilik memantau kinerja properti secara langsung, mulai dari tingkat okupansi hingga pendapatan sewa.
Pengembang menargetkan tingkat pengembalian investasi tahunan sekitar 12–15 persen dengan okupansi mencapai 76–78 persen. Selama masa konstruksi, nilai properti diperkirakan dapat meningkat hingga 30 persen.
Tahap penyelesaian proyek dijadwalkan berlangsung dari akhir 2026 hingga kuartal kedua 2027, dengan sejumlah unit telah terjual sebelum pembangunan selesai.
Bagi investor yang mengikuti perkembangan properti di Asia Tenggara, arah pertumbuhan Bali kini semakin jelas: masa depan investasi pulau ini perlahan bergerak ke selatan.***

