Momentum Dies Natalis Ke-48, Poltekpar Bali Resmi Miliki Guru Besar Kedua di Bidang Manajemen SDM

BADUNG – Politeknik Pariwisata Bali (Poltekpar Bali) kembali menorehkan sejarah penting di usia ke-48 dengan resmi mengukuhkan Prof. Dr. Irene Hanna H. Sihombing, SE., MM., CHE. sebagai Guru Besar dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat dalam Sidang Terbuka Senat Puncak Dies Natalis ke-48 yang digelar di Aula Joop Ave kampus setempat, Jumat (27/3/2026). Momentum ini menjadi tonggak baru bagi institusi, sekaligus menandai hadirnya Guru Besar kedua di lingkungan Poltekpar Bali—sebuah capaian prestisius bagi perguruan tinggi vokasi di bawah naungan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Membangun Masa Depan Insan Pariwisata: Peran Strategis Politeknik Pariwisata Negeri dalam Membentuk Motivasi Belajar dan Keputusan Karir Mahasiswa”, Prof. Irene menegaskan pentingnya peran kampus dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu mengarahkan masa depan karier mahasiswa secara tepat dan berkelanjutan.

Apresiasi tinggi disampaikan Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenpar RI, Martini Mohamad Paham. Ia menyebut kehadiran Guru Besar baru sebagai aset vital dalam pengembangan sumber daya manusia pariwisata nasional.

“Tema Dies Natalis kali ini sangat relevan. Pendidikan vokasi tidak hanya mencetak lulusan terampil, tetapi juga membentuk karakter dan motivasi karier mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Martini, kehadiran Prof. Irene diharapkan mampu memperkuat posisi Poltekpar Bali sebagai pusat riset terapan pariwisata yang unggul, sekaligus mendorong kolaborasi lebih erat antara akademisi, industri, dan pemerintah.

Senada dengan itu, Direktur Poltekpar Bali, Ida Bagus Putu Puja, menilai pengukuhan ini sebagai bukti nyata transformasi institusi menuju standar global.

“Penambahan Guru Besar merupakan indikator penting dalam penguatan posisi kami sebagai center of excellence. Kami menargetkan setiap inovasi yang lahir dari Poltekpar Bali mampu menjadi solusi konkret bagi tantangan industri pariwisata global,” tegasnya.

Tak hanya pengukuhan, rangkaian acara juga diisi dengan peluncuran buku “KAMALA: Masyarakat dan Budaya dalam Dinamika Pariwisata Hijau”. Karya ini menjadi representasi kontribusi akademisi Poltekpar Bali dalam mendukung isu keberlanjutan, yang kini menjadi arah utama pengembangan pariwisata dunia.

Sidang Terbuka Senat ditutup dengan penuh khidmat. Kehadiran Prof. Irene sebagai Guru Besar kedua diharapkan menjadi katalisator bagi peningkatan kualitas akademik, mendorong dosen untuk terus mengembangkan riset, serta memperkuat publikasi ilmiah di lingkungan Poltekpar Bali. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *