HUT RI ke-80 di GWK: Perpaduan Nasionalisme, Peduli Lingkungan, dan Budaya Nusantara

Spread the love

Melestarikan alam Bali dengan menanam pohon

GWK Cultural Park Peringati HUT ke-80 RI dengan Upacara Bendera, Penanaman Pohon, dan Parade Budaya Nusantara

BADUNG– GWK Cultural Park memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan rangkaian kegiatan penuh makna yang memadukan semangat patriotisme, kepedulian lingkungan, dan perayaan keberagaman budaya. Sebagai ikon wisata budaya terbesar di Bali, GWK tidak hanya berperan sebagai destinasi hiburan dan edukasi, tetapi juga ruang publik yang aktif menjaga budaya, mempererat persatuan, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Perayaan dimulai pukul 07.00 WITA dengan Upacara Bendera di halaman Patung Garuda Wisnu Kencana, monumen setinggi 121 meter yang menjadi simbol kebanggaan nasional. Upacara diikuti oleh seluruh karyawan GWK Cultural Park bersama siswa SMAN 1 Kuta Selatan yang bertugas sebagai peserta sekaligus perangkat upacara. Momen khidmat ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa para pahlawan, sekaligus pengingat pentingnya menjaga kemerdekaan yang diraih melalui pengorbanan besar. Kehadiran patung GWK sebagai latar upacara menambah makna mendalam, mempertemukan simbol budaya dengan semangat nasionalisme.

Usai upacara, manajemen GWK Cultural Park menggelar Penanaman Pohon di area parkir sebagai wujud nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan. Puluhan bibit pohon ditanam, tidak hanya untuk penghijauan, tetapi juga sebagai simbol keberlanjutan hidup. Kegiatan ini selaras dengan filosofi Dewa Wisnu sebagai pemelihara alam, yang menginspirasi hadirnya patung GWK. Penanaman pohon di momen kemerdekaan dimaknai sebagai warisan hidup bagi generasi mendatang, sebagaimana kemerdekaan sendiri adalah warisan yang wajib dijaga.

Semangat kebersamaan kemudian diwujudkan dalam Parade Budaya Nusantara, yang melibatkan 500 siswa Sekolah Dasar dari Gugus 5 Kecamatan Kuta Selatan. Dengan mengenakan busana tradisional dari berbagai daerah, anak-anak menampilkan tarian, musik, dan simbol budaya Nusantara. Parade ini tidak hanya menjadi perayaan visual atas Bhinneka Tunggal Ika, tetapi juga sarana edukasi yang menanamkan nilai persatuan, gotong royong, dan kebanggaan budaya sejak dini. Kehadiran generasi muda dalam parade ini menjadi simbol harapan atas keberlanjutan semangat kebangsaan.

“Perayaan HUT Kemerdekaan ini bukan sekadar mengenang perjuangan pahlawan, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai kebangsaan dan aksi nyata kepada generasi muda. Dari upacara yang khidmat, aksi nyata pelestarian lingkungan, hingga parade budaya, semua rangkaian ini memperkuat identitas kita sebagai bangsa Indonesia,” ujar Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park.

Melalui perayaan ini, GWK Cultural Park menegaskan perannya sebagai wadah interaksi budaya dan sosial yang inklusif. Peringatan HUT ke-80 RI di GWK tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga pengingat akan pentingnya persatuan, kepedulian lingkungan, serta kebanggaan atas kekayaan budaya Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *