Konflik Thailand-Kamboja, Kunjungan Wisatawan ke Bali Berpeluang Naik

Spread the love

Angka kenaikan kunjungan ke Bali akibat konflik diperkirakan mencapai angka 10-15 persen. Jika peningkatan itu benar terjadi, industri perhotelan di Bali dipastikan sudah sangat siap. (foto; istimewa)

 

BADUNG – Konflik Thailand dan Kamboja memberikan dampak pada sektor pariwisata di Asia Tenggara. Tidak sedikit wisatawan mancanegara (wisman) yang akhirnya mengalihkan destinasi tujuan wisatanya, termasuk ke Bali.

Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya tidak menampik hal itu. Namun baginya, itu bukan merupakan hal yang membanggakan. Karena harapannya, yang datang benar-benar adalah wisatawan yang ingin melancong ke Bali. Bukan karena pengalihan, akibat konflik di negara lain.

Justru sebaliknya, Suryawijaya mengaku prihatin terhadap kejadian tersebut. Karena menurut dia, sebagai sesama bangsa di Asia, perang seharusnya bisa dihindari.

“Sebagai manusia, tentu kita prihatin dengan perang antara Thailand dan Kamboja. Kita satu rumpun, seharusnya tidak terjadi hal seperti itu. Perang itu lebih banyak membawa dampak negatif, baik kepada manusia maupun lingkungan. Negara yang susah payah dibangun bisa porak-poranda,” ucap pria yang juga Ketua PHRI Badung tersebut.

Meski belum mengantongi data pasti, Suryawijaya memperkirakan angka kenaikan kunjungan ke Bali akibat konflik tersebut bisa mencapai angka 10-15 persen. Jika peningkatan itu benar terjadi, industri perhotelan di Bali dipastikan sudah sangat siap.

“Kalau dari perspektif industri pariwisata khususnya hotel, hotel kan selalu siap. Karena di Bali sudah melebih 160.000 hotel room. Ketika tingkat huniannya hanya 75-80 persen atau 70-80 persen, artinya kita masih punya kamar tersedia antara 20-30 persen,” jelasnya.

Berkaca pada kondisi yang terjadi, pria yang akrab disapa Agung Ray itu menekankan pentingnya menjaga reputasi Bali. Yakni sebagai destinasi yang benar-benar aman dan berkualitas. “Hampir 60 persen ekonomi Bali ditopang sektor pariwisata. Maka penting seluruh stakeholder bersatu dan saling mendukung, agar Bali bisa terus menjadi destinasi yang berkualitas dan bermartabat,” tutupnya. **

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *