BALI – GWK Cultural Park sukses menggelar GWK Bali Countdown 2026 dengan konsep perayaan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tanpa pesta kembang api, perayaan pergantian tahun di kawasan Garuda Wisnu Kencana tetap berlangsung meriah dan penuh makna melalui sajian Musical Laser Show yang memukau, disaksikan oleh sekitar 10.000 pengunjung.
Berbeda dari perayaan tahun sebelumnya, rangkaian acara GWK Bali Countdown 2026 diawali dengan doa bersama sebagai bentuk empati dan solidaritas bagi masyarakat yang terdampak bencana alam. Momentum pergantian tahun dimaknai sebagai ajang refleksi, rasa syukur, serta harapan untuk bangkit dan melangkah menuju Indonesia yang lebih maju.
Ditiadakannya pertunjukan kembang api pada perayaan tahun ini sejalan dengan surat edaran resmi Pemerintah Provinsi Bali tertanggal 30 Desember 2025 yang melarang pelaksanaan pesta kembang api di seluruh wilayah Bali. Meski demikian, GWK Cultural Park berhasil menghadirkan alternatif perayaan yang inovatif, aman, dan tetap spektakuler.
“Perayaan tahun baru seharusnya tidak hanya menjadi momen suka cita, tetapi juga momen untuk bersyukur. Di penghujung tahun 2025 ini, kami ingin fokus pada pemulihan, percepatan kebangkitan ekonomi, serta menumbuhkan optimisme masyarakat dalam menyambut tahun yang baru,” ujar Ch. Rossie Andriani, Direktur Operasional GWK Cultural Park.
Puncak kemeriahan terjadi pada detik-detik pergantian tahun dengan Musical Laser Show yang dipadukan dengan tarian kontemporer modern dari Manubada Art, salah satu komunitas seni Bali yang berpengaruh. Mengusung tema “Sunya Sunyi Nemu Ayu”, pertunjukan ini menyampaikan pesan harapan dan doa melalui harmoni gerak tari serta cahaya laser, sebagai simbol kebahagiaan dan keseimbangan semesta di era yang baru.
Selain pertunjukan utama, GWK Bali Countdown 2026 juga menghadirkan beragam hiburan menarik yang terbagi dalam dua panggung utama. Di Main Stage, pengunjung dihibur oleh penampilan musisi papan atas seperti Whisnu Santika, Maliq & D’Essentials, Lomba Sihir, Navicula, Lolot, dan Up Girls. Sementara itu, Bazaar Stage menawarkan pengalaman budaya dan hiburan yang beragam, mulai dari Tari Kecak, Color Party, pemutaran film pendek Indonesia, hingga beauty demo.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, di sejumlah titik area acara juga disediakan QR Code donasi yang memungkinkan pengunjung turut berpartisipasi membantu korban bencana alam. Langkah ini memperkuat nilai solidaritas yang menjadi bagian dari semangat perayaan.
Mengusung tagline “Siapkan Neon Gear-mu”, suasana festival semakin semarak dengan nuansa pesta rakyat modern yang penuh warna, energi, dan gaya. Kemeriahan acara juga dilengkapi dengan kehadiran MyMelali X Pasar Keliling yang beroperasi hingga pukul 01.00 WITA, menghadirkan puluhan pelaku UMKM lokal dengan beragam pilihan kuliner dan produk kreatif.
Didukung oleh lebih dari 1.000 personel yang terdiri dari tim keamanan, produksi, artis, hingga relawan, GWK Bali Countdown 2026 berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kesuksesan penyelenggaraan ini menegaskan posisi GWK Cultural Park sebagai salah satu destinasi unggulan untuk merayakan momen pergantian tahun yang berkesan di Bali.***

