NUSA DUA – Politeknik Pariwisata Bali (Poltekpar Bali) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kansai University, Jepang, memperkuat sinergi riset internasional melalui penyelenggaraan International Seminar on Achieving BRIN Research Grant and Social Security di MICE Widyatula Hall, Poltekpar Bali, Rabu (17/9).
Seminar ini dirancang untuk memperkuat kapasitas akademisi dan peneliti dalam mengakses hibah riset kompetitif, memperluas jejaring kolaborasi internasional, serta membahas isu strategis mengenai jaminan sosial melalui perspektif penelitian dan inovasi.
Direktur Poltekpar Bali, Dr. Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi riset lintas negara agar makin terjadi sinergi dan kolaborasi yang saling mendukung di masa depan.
“Dengan membahas isu-isu jaminan sosial melalui perspektif riset dan inovasi, kita menyoroti peran pendidikan serta pertukaran pengetahuan dalam membentuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Poltekpar Bali dan BRIN di bidang penelitian. Penandatanganan dilakukan oleh Dr. Drs. Ida Bagus Putu Puja bersama Irwanda Wisnu Wardhana, Ph.D., Kepala Pusat Riset Koperasi, Korporasi, dan Ekonomi Kerakyatan BRIN), disaksikan oleh Dr. Agus Eko Nugroho, S.E., M.Appl.Econ. , Kepala Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat BRIN.

Sementara dalam sambutannya Dr. Agus Eko Nugroho menegaskan pentingnya sinergi multipihak dalam mengembangkan riset ke depan. Kita berharap Poltekpar menjadi lembaga pendidikan yang terus – menerus mendorong penerapan kualitas tourism di Bali dan juga riset yang bertumpuh pada pengembangan ekonomi kreatif. Tourism dan ekonomi kreatif diyakini Agus Eko sebagai masa depan Indonesia.
“Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media merupakan kunci dalam menghasilkan karya riset yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kerjasama ini, diharapkan tercipta solusi inovatif, penguatan ketahanan sosial, serta pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Sesi utama seminar menghadirkan diskusi panel dengan narasumber internasional dan nasional, yakni Prof. Shigenori Ishida, Ph.D. dari Kansai University, Irwanda Wisnu Wardhana, Ph.D. dari BRIN dan Yoshihiko Ono, Ph.D. dari Kansai University/Japan Federation of Labor and Social Security Attorney’s Associations. Diskusi dipandu oleh Dr. Putu Diah Sastri Pitanatri, S.ST.Par., M.Par., Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Poltekpar Bali.
Para pembicara menyoroti strategi meraih hibah riset BRIN, tantangan jaminan sosial di era global, serta potensi kolaborasi riset Indonesia–Jepang.
Seminar ini memberikan dampak positif bagi sivitas akademika Poltekpar Bali dan mitra institusi, baik dalam memperluas wawasan strategi memperoleh hibah riset maupun membuka ruang dialog lintas disiplin dan lintas negara. Forum ini juga berpotensi melahirkan kolaborasi riset baru, publikasi bersama, serta rekomendasi kebijakan terkait kesejahteraan masyarakat dan pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Sejalan dengan visinya menjadi perguruan tinggi vokasi pariwisata berkelas dunia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global, Poltekpar Bali menegaskan komitmennya menumbuhkan budaya riset yang produktif dan berorientasi internasional.
Melalui sinergi akademisi, peneliti, dan praktisi, Poltekpar Bali berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pembangunan masyarakat dan bangsa.***igo

