Saat Kejujuran Menjadi Titik Balik Kehidupan Wayan Suena

Spread the love

TAHUN 1995 menjadi babak baru dalam hidup Wayan Suena. Setelah lulus dari SMIP Mataram, Lombok, ia memberanikan diri merantau ke Bali dengan modal tekad dan pengalaman training di hotel. Setibanya di Pulau Dewata, ia tinggal di sebuah guest house sederhana sambil bekerja untuk menafkahi diri sendiri. Hidup pas-pasan tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar dan mencari peluang.

BACA JUGA: Jejak Langkah Wayan Suena: Sebuah Kisah Inspiratif Putra Kusir Cidomo

Pekerjaan pertama Suena dimulai di Bali Bungee Jumping pada tahun 1995–1999. Di sinilah ia merasakan dunia pariwisata Bali yang sesungguhnya. Pemilik perusahaan yang dikenal baik hati melihat ketekunan Suena, bahkan memberinya kesempatan melanjutkan pendidikan profesional Bahasa Jepang tingkat akhir. Kesempatan ini menjadi bekal penting dalam kariernya, mengingat pasar wisatawan Jepang kala itu sangat besar.

Tak berhenti di situ, Wayan Suena juga sempat menempuh kuliah di STIMI Handayani, mengambil jurusan Manajemen Pariwisata.

Tahun demi tahun, perjalanan kariernya semakin menanjak. 1999–2001, ia bergabung dengan Bounty Cruise, sebuah perusahaan kapal pesiar yang memperluas jejaringnya di dunia pariwisata laut. 2001, ia dipercaya menjadi Sales Marketing Manager di Bali Fantasi Rafting, Petang, yang dimiliki pengusaha asal Korea.
2003, ia melanjutkan karier ke Pererenan, mengasah pengalaman manajerial. 2005, Suena menempati posisi Executive Manager di Dreamland Villa, properti milik investor Korea. 2009, ia menjadi Konsultan Bisnis di Bali Safari & Marine Park, sebuah posisi strategis yang semakin memperkaya wawasannya dalam mengelola bisnis skala besar.

Berbekal pengalaman yang matang, pada 2010 Wayan Suena memberanikan diri membuka usaha sendiri: Indonesia Impression Tour dan Hotel Andari Legian. Langkah ini menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Tanpa modal besar, ia hanya mengandalkan kepercayaan yang telah ia bangun selama bertahun-tahun. Baginya, kepercayaan orang adalah aset utama yang lebih berharga daripada uang. **

 

Penulis: Karolina, Editor: Igo Kleden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *