Indonesia Impression Tour: Menembus Batas, Menjual Pesona Nusantara

Spread the love

KETIKA Wayan Suena mendirikan Indonesia Impression Tour pada 1 Maret 2010, pasar pertama yang ia bidik adalah Jepang, sebelum kemudian merambah ke Kanada. Di saat bersamaan, ia juga mengelola Andara Legian Hotel, dua langkah berani yang dijalankan hampir tanpa modal besar, hanya berbekal pengalaman dan jaringan kerja yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun.

BACA JUGA: Saat Kejujuran Menjadi Titik Balik Kehidupan Wayan Suena

Namun, dunia pariwisata bukanlah arena yang mudah. Pada awalnya, bisnis ini masih mengandalkan sistem offline, sehingga sulit bersaing dengan para pelaku usaha bermodal besar. Tahun 2014 menjadi pukulan berat: Indonesia Impression sempat bangkrut. Alih-alih menyerah, Suena menjadikannya pelajaran penting. Ia bangkit dengan mengadopsi konsep digital marketing, langkah yang kelak menjadi kunci kebangkitan bisnisnya.

Ketika pandemi COVID-19 melanda, tantangan datang lebih besar lagi. Industri pariwisata lumpuh, namun bagi Suena, situasi itu menjadi sekolah kehidupan. Ia menyadari bahwa sebesar apa pun sebuah agen perjalanan, jika tidak dikelola dengan baik, pasti bisa runtuh. Pandemi justru memperkuat keyakinannya untuk fokus pada digital marketing.

Fokus Pada Strategi Digital Marketing

Strategi Digital Marketing terbukti jitu. Dari hanya dua orang staf digital marketing, timnya kini berkembang menjadi 18 orang setelah pandemi berakhir. Pertumbuhan perusahaan pun melesat cepat, hingga menjadi nomor satu di pencarian Google untuk kategori perjalanan Indonesia. Suena bahkan merekrut tenaga ahli dari luar negeri untuk memperkuat pemasaran global, dengan kantor perwakilan di Vietnam sebagai jembatan ke pasar internasional.

Keunggulan lain Indonesia Impression terletak pada konsepnya yang unik. Tidak hanya menjual Bali, tetapi menjual Indonesia secara keseluruhan. Dengan paket perjalanan yang merambah Jawa, Kalimantan, Raja Ampat, hingga Timor Leste, perusahaan ini menawarkan pengalaman yang jauh lebih variatif. Menariknya, wisatawan mancanegara—terutama dari Eropa, Jerman, dan Australia—sering menjadikan Bali sebagai destinasi terakhir, setelah mengeksplorasi berbagai keindahan nusantara.

Dari kegagalan, kebangkitan, hingga penguasaan teknologi digital, kisah Wayan Suena dan Indonesia Impression Tour menjadi bukti bahwa inovasi dan kejujuran adalah kunci bertahan dalam industri pariwisata yang terus berubah. Kini, dari anak kusir cidomo di Lombok, Wayan Suena berdiri sebagai pelaku pariwisata yang bukan hanya mempromosikan Bali, tetapi mengangkat keindahan Indonesia ke panggung dunia. **

Penulis: Karolina, Editor: Igo Kleden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *