PROBOLINGGO – Kondisi Stadion Bayuangga Kota Probolinggo kini menuai sorotan. Lapangan yang menjadi kebanggaan masyarakat itu tampak memprihatinkan pasca pelaksanaan event Hari Jadi Kota Probolinggo beberapa waktu lalu.
Pantauan di lapangan menunjukkan banyaknya serpihan kayu, kawat, hingga sampah berbahaya berserakan di area stadion. Rumput lapangan tampak menguning dan permukaannya tidak rata, membuat kondisi stadion dinilai tidak layak untuk kegiatan olahraga.
Kondisi tersebut mendorong sejumlah pejabat daerah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi, di antaranya Ketua PSSI Kota Probolinggo, anggota DPRD, serta perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar), Kamis (9/10/2010).
Ketua PSSI Kota Probolinggo, Eko Purwanto, menyayangkan kondisi stadion yang dinilai berbahaya bagi atlet. “Ini sangat berisiko bagi pemain. Kalau ada yang terjatuh, bisa cedera parah. Fasilitas olahraga seharusnya dijaga, bukan malah rusak seperti ini,” ujarnya dengan nada kecewa.
Eko juga menyoroti penyelenggara event yang dinilai abai terhadap aspek keselamatan dan fungsi utama stadion. “Stadion itu dibangun untuk kegiatan olahraga, bukan untuk acara hiburan. Kami sudah mengingatkan sejak awal, baik secara lisan maupun tertulis, tetapi tidak diindahkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, sebelum acara digelar, pihak event organizer (EO) sempat berjanji akan menyiapkan dana jaminan sebesar Rp30 juta untuk biaya pemulihan lapangan jika terjadi kerusakan. Namun hingga kini, janji tersebut belum terealisasi.
Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib, juga menyampaikan keprihatinannya saat meninjau kondisi lapangan. “Sungguh miris melihat stadion yang kita cintai ini. EO harus bertanggung jawab. Kalau sampai ada atlet cedera, siapa yang akan menanggung?” tegasnya.
Sebelumnya, pelaksanaan event Hari Jadi Kota Probolinggo di Stadion Bayuangga memang menuai pro dan kontra. Sejumlah pihak telah mengingatkan agar kegiatan tersebut tidak dilakukan di fasilitas olahraga, mengingat potensi kerusakan yang besar.
Sementara itu, perwakilan Dispopar, Ananto, berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. “Fasilitas publik seperti stadion harus dihormati fungsinya. Siapa pun yang menggunakan, wajib bertanggung jawab untuk memulihkan kondisinya jika menimbulkan kerusakan,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak EO belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dikirim tim media melalui pesan WhatsApp terkait kondisi Stadion Bayuangga. ** ((ism/ima)

