Lima desa/kelurahan menggelar operasi pasar, masing-masing dengan kuota terbatas hanya 100 tabung.
DENPASAR – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram di Kota Denpasar belum mereda. Warga di sejumlah wilayah mengeluhkan sulitnya mendapatkan tabung melon tersebut, bahkan antrean panjang masih terjadi di pangkalan.
Untuk mengatasi masalah ini, lima desa/kelurahan menggelar operasi pasar, masing-masing dengan kuota terbatas hanya 100 tabung. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, Ni Nyoman Sri Utari, Selasa (12/8/2025), mengatakan operasi pasar digelar di Tegal Harum, Tegal Kertha, Padangsambian Kaja, Ubung, dan Ubung Kaja.
Di Kelurahan Ubung, operasi pasar berlangsung pada Selasa (12/8/2025). Lurah Ubung, Dwi Karyana Paramita, menyebut langkah ini diambil karena keluhan warga semakin banyak. “Dimana-mana gasnya susah. Bahkan di kawasan Teuku Umar juga langka,” ujarnya.
Meski begitu, kuota yang diterima hanya 100 tabung. “Kami minta lebih, tapi tidak bisa,” tambahnya.
Hal serupa terjadi di Desa Tegal Harum. Perbekel I Komang Adi Widiantara mengatakan operasi pasar di wilayahnya digelar sehari sebelumnya, Senin (11/8/2025), setelah pengecekan di pangkalan menunjukkan kuota resmi sudah sesuai, tetapi pasokan ke masyarakat tetap minim. “Seratus tabung itu sangat kurang. Banyak warga pulang dengan tangan kosong,” tegasnya.
Kesulitan warga juga diperburuk dengan perubahan status izin Kopdes Merah Putih Tegal Harum. Dari pangkalan resmi dengan pasokan 50 tabung per hari, kini menjadi sub-pangkalan dengan jatah hanya 10 tabung per hari. **

