180 Pecatur Muda Bali Ramaikan Kejuaraan Catur Junior 2025

Spread the love

GIANYAR – Sebanyak 180 pecatur muda dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Bali antusias mengikuti Kejuaraan Catur Junior Bali 2025 yang digelar oleh Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Bali di Wantilan Pura Dalem Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Minggu (19/10).

Turnamen ini dibuka secara resmi oleh Ketua Percasi Bali yang juga Anggota Komisi X DPR RI, I Nyoman Parta, dengan langkah simbolis menggerakkan pion pertama di hadapan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Kemenpora,  Subur Friniyadi, Camat Sukawati, perwakilan KONI Gianyar, Dinas Pendidikan Gianyar, dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Nyoman Parta menegaskan bahwa catur bukan sekadar pertandingan, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kesabaran, dan konsentrasi.

“Catur adalah olahraga yang mengasah konsentrasi dan daya pikir. Ia bukan hanya kompetisi, tetapi juga latihan hidup — bagaimana setiap langkah perlu pertimbangan, solusi, dan kesabaran,” ujar Parta.

Ketua Percasi Bali, Nyoman Parta saat membuka kejuaraan Catur Junior di Guwang, Bali

Politisi senior PDI Perjuangan asal Desa Guwang ini juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan bakat-bakat muda di Bali, bahkan menargetkan lahirnya grand master catur asal Pulau Dewata di masa depan.

“Dalam masa kepemimpinan saya di Percasi Bali, saya akan berusaha sekuat tenaga agar suatu hari nanti Bali memiliki grand master sendiri,” tegasnya.

Parta menilai, di tengah derasnya arus digitalisasi dan ketergantungan anak-anak pada gawai, catur dapat menjadi alternatif kegiatan positif yang melatih fokus dan ketenangan emosional.

“Sekarang banyak anak cepat marah, emosional, bahkan mata rusak karena terlalu lama main gadget. Catur bisa menjadi jalan keluar — melatih fokus, kesabaran, dan kemampuan mencari solusi di bawah tekanan,” jelasnya.

Bagi Parta, nilai-nilai dalam permainan catur mencerminkan filosofi kehidupan.

“Hidup itu seperti catur. Tidak berhenti di satu langkah. Kita harus terus berpikir, sabar, dan mampu menghadapi tekanan,” katanya.

Turnamen ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Semoga dukungan ini bermanfaat dan makin menggairahkan olahraga catur di Bali, terutama di kalangan anak muda,” ujar Subur Friniyadi, Kabid Pembinaan Prestasi Kemenpora.

Ketua Panitia, I Nyoman Sutarjo, menjelaskan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi hingga kuota 180 peserta terpenuhi hanya dalam dua hari.

“Pendaftaran seharusnya dua minggu, tapi baru dua hari sudah penuh. Ini menunjukkan semangat luar biasa dari generasi muda Bali terhadap catur,” ujarnya.

Sutarjo menambahkan, kejuaraan ini diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus menyemarakkan momentum pelantikan pengurus baru Percasi Bali. Turnamen tahun ini juga memperebutkan total hadiah sebesar Rp20 juta.

Lebih lanjut, Sutarjo berharap turnamen ini bisa menjadi langkah awal dalam mencetak generasi baru pecatur-pecatur muda berbakat dari Bali yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Melalui turnamen ini, kami ingin menumbuhkan generasi baru pecatur berbakat yang siap berkompetisi dan mengharumkan nama Bali di kancah nasional dan dunia,” pungkasnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *