PADANG — DPRD Kota Padang memberikan apresiasi kepada Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang atas kinerja maksimal dalam mempercepat perbaikan Intake Palukahan yang rusak parah akibat banjir bandang. Apresiasi tersebut disampaikan saat Ketua dan anggota DPRD melakukan peninjauan langsung ke lokasi intake.
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menyebutkan bahwa kondisi Intake Palukahan mengalami kerusakan sangat berat. Meski demikian, proses perbaikan terus berjalan secara bertahap agar distribusi air bersih ke masyarakat dapat segera kembali normal.
“Intake Palukahan ini hancur. Namun kanal sudah dibersihkan dan saat ini tinggal pekerjaan penyambungan pipa yang putus sepanjang kurang lebih 780 meter,” ujar Muharlion.
Ia menambahkan, material pipa pengganti untuk mendukung perbaikan telah tersedia sebanyak 260 batang. Dengan dukungan tersebut, DPRD optimistis proses pemulihan jaringan pipa Perumda Air Minum Kota Padang dapat diselesaikan sebelum pergantian tahun.
“Kami melihat PDAM sudah bekerja secara maksimal sesuai kemampuan yang dimiliki. Perbaikan ini juga mendapat dukungan dari anggota DPR RI Zigo Rolanda, Kementerian PUPR, serta balai terkait. Tantangannya cukup besar, terutama faktor cuaca yang tidak menentu dan akses menuju lokasi yang sulit,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menargetkan penyambungan pipa Intake Palukahan rampung pada 1 Januari 2026 sehingga dapat kembali beroperasi normal.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Ketua dan anggota DPRD Kota Padang. Kehadiran mereka menjadi penyemangat bagi kami untuk menuntaskan penyambungan pipa darurat sesuai target,” ujarnya.
Hendra menjelaskan, saat ini satu jalur pipa darurat telah menunjukkan progres dengan pemasangan pipa DN 400. Selain itu, sebanyak 260 batang pipa bantuan dari Kementerian PUPR telah tiba di Padang menggunakan tiga armada truk.
“Mudah-mudahan dengan semangat kebersamaan ini, percepatan pemulihan layanan air minum kepada masyarakat dapat segera terwujud,” tambahnya.
Diketahui, Intake Palukahan memiliki kapasitas produksi air sebesar 300 liter per detik dan mengalami kerusakan hingga 80 persen akibat banjir bandang. Untuk pengoperasian darurat, aliran air telah masuk ke kanal dan tinggal menunggu penyambungan pipa yang penyok akibat himpitan bebatuan besar saat banjir.
Perbaikan meliputi penyambungan pipa darurat sepanjang sekitar 230 meter untuk jalur pertama, serta pemasangan pipa HDPE DN 250 sepanjang kurang lebih 780 meter pada jalur kedua.
“Kami tetap optimistis dan berkomitmen penuh mempercepat pemulihan layanan air bersih, khususnya bagi masyarakat di wilayah Koto Tangah, Kuranji, Nanggalo, dan sebagian Padang Utara,” tegas Hendra.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Padang, Rachmad Wijaya, turut meninjau kondisi intake yang mengaliri wilayah Koto Tangah. Ia berharap seluruh proses perbaikan berjalan sesuai jadwal agar target penyelesaian menjelang tahun baru dapat tercapai.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan DPRD akan terus melakukan pengawasan sekaligus memberikan dukungan penuh kepada Perumda Air Minum Kota Padang agar layanan air bersih yang terhenti sejak 27 November lalu dapat segera kembali mengalir ke masyarakat.
Hal senada disampaikan anggota DPRD Kota Padang lainnya, Helmi Moesim. Ia optimistis apabila kondisi cuaca bersahabat, proses perbaikan dapat berjalan lancar sehingga target penyelesaian sebelum akhir tahun dapat terealisasi.***

