Soroti Perilaku Negatif Wisatawan di Bali, Astama: Bukan Tentang Ketidaktahuan, Tapi Kurangnya Informasi dan Edukasi

I Nyoman Astama, Honorary Consul of Ukraine atau Konsul Kehormatan Ukraina

DENPASAR – Pulau Bali, yang dikenal sebagai destinasi wisata dunia, kini tengah menjadi sorotan akibat maraknya pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan asing. Mulai dari pelanggaran lalu lintas, perilaku tidak sopan di tempat suci, hingga penyalahgunaan visa.

Kasus-kasus ini semakin sering terjadi dan memicu keresahan masyarakat lokal. Namun, banyak pihak menilai pemerintah daerah terkesan membiarkan pelanggaran ini, baik yang dilakukan warga lokal maupun wisatawan mancanegara, sehingga memicu efek domino di mana wisatawan lain turut meniru perilaku serupa.

BACA JUGA:  I Nyoman Astama: Pariwisata Bali Antara Tantangan dan Solusi Bersama

Salah satu kasus yang mencuat adalah wisatawan asing yang kedapatan mengendarai sepeda motor tanpa helm, melanggar lampu merah, hingga memasuki area suci seperti pura tanpa pakaian adat yang sesuai. “Ini bukan hanya soal ketidaktahuan, tetapi juga kurangnya edukasi sebelum mereka tiba di Bali,” ungkap I Nyoman Astama, seorang pelaku pariwisata yang kini menjabat sebagai Honorary Consul of Ukraine atau Konsul Kehormatan Ukraina secara ekskusif kepada tim globalone.id.

Kondisi ini, menciptakan kesan bahwa pelanggaran di Bali tidak memiliki konsekuensi serius. “Ketika pelanggaran dibiarkan, ini menjadi contoh buruk. Wisatawan lain melihat dan merasa mereka juga bisa melakukan hal serupa tanpa takut hukuman,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kurangnya sosialisasi aturan kepada wisatawan asing serta lemahnya penegakan hukum menjadi akar masalah.

BACA JUGA: Masalah Klasik Sampah: Ancaman Lingkungan dan Pariwisata

Nyoman Astama menyarankan penerapan pedoman wisatawan yang lebih ketat, termasuk penyediaan informasi budaya di bandara dan hotel. “Kita bisa membuat video pendek atau brosur digital yang wajib dilihat wisatawan sebelum masuk ke Bali, menjelaskan aturan adat dan norma budaya,” katanya. Selain itu, ia mendorong pelibatan komunitas lokal untuk mengawasi dan memberikan edukasi langsung di destinasi wisata. *

Penulis: Karolina, Editor: Igo Kleden

 

Catatan Redaksi: Cerita, kisah dan pengabdian I Nyoman Astama hadir dalam beberapa tulisan  di globalone.id sekaligus dalam versi E-Magazine EKSEKUTIF.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *