I Nyoman Astama: Pariwisata Bali dalam Tantangan Overtourism

Spread the love

DENPASAR – Bali sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di dunia, menghadapi tantangan serius terkait distribusi wisatawan yang tidak merata. Sebagian besar aktivitas pariwisata terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan, seperti Kuta, Seminyak, dan Ubud, sementara daerah lain seperti Bali Utara dan Bali Timur masih minim perhatian wisatawan.

I Nyoman Astama

Menurut data Dinas Pariwisata Provinsi Bali, lebih dari 70% kunjungan wisatawan asing pada tahun 2024 terpusat di Bali Selatan. Kawasan seperti Kuta dan Canggu menjadi magnet utama karena fasilitas yang lengkap, seperti hotel berbintang, restoran internasional, dan akses mudah ke pantai. Sementara itu, daerah seperti Buleleng dan Karangasem hanya mendapat porsi kunjungan di bawah 10%, meskipun memiliki potensi wisata alam dan budaya yang tak kalah menarik.

BACA JUGA: Masalah Klasik Sampah: Ancaman Lingkungan dan Pariwisata

Nyoman Astama seorang pelaku pariwisata yang kini menjabat sebagai Honorary Consul of Ukraine atau Konsul Kehormatan Ukraina kepada tim globalone.id menyebutkan, rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di Kubutambahan, Buleleng, menjadi salah satu solusi yang ditawarkan untuk ketimpangan pariwisata ini. Proyek yang digagas oleh PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi kepadatan Bandara Ngurah Rai di Bali Selatan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan pariwisata di wilayah Bali Utara. Namun, rencana ini juga memunculkan sejumlah tantangan, terutama terkait dampak lingkungan, sosial, dan budaya yang masih perlu dikaji kembali. *

Penulis: Karolina, Editor: Igo Kleden

 

Catatan Redaksi: Cerita, kisah dan pengabdian I Nyoman Astama hadir dalam beberapa tulisan  di globalone.id sekaligus dalam versi E-Magazine EKSEKUTIF.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *