BADUNG – Berbincang dengan sosok ibu dokter yang satu ini memang sangat menyenangkan. Banyak inspirasi yang tertangkap dari setiap obrolan kami, tim globalone,id dengan dr. Meike Magnasofa, M.Med (WH), MARS, Direktur Bali International Medical Centre (BIMC) Hospital Kuta, Badung.
Sebagai direktur rumah sakit yang memiliki standar pelayanan internasional, dr. Meike Magnasofa, M.Med (WH), MARS, menjalankan peran yang sangat vital dalam memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas tinggi bagi setiap pasien.
BACA JUGA : dr. Meike Magnasofa, M.Med (WH), MARS: Ciptakan Leader-Leader Baru, Bukan Sekadar Followers
Dengan dedikasi yang kuat terhadap kesejahteraan pasien dan staf, Direktur BIMC Hospital ini memimpin dengan visi untuk menciptakan lingkungan rumah sakit yang modern, ramah, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Pasien adalah Panglima, demikian kata dr Meike. Pelayanan pasien adalah yang paling utama bagi dr. Meike karena tidak hanya mencerminkan profesionalisme, tetapi juga kemanusiaan dalam praktik kedokteran.
Tak heran jika dr. Meike selalu mengingatkan semua dokter dan perawat di BIMC Hospital Kuta untuk melayani pasien dengan penuh empati, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Juga membangun kepercayaan, memperkuat hubungan dokter-pasien, dan memberikan kepuasan batin dalam menjalankan profesi.
Dokter yang mendengarkan keluhan pasien dengan penuh perhatian, memberikan penjelasan yang jelas, dan menunjukkan kepedulian, tidak hanya membantu proses penyembuhan fisik, tetapi juga memberikan dampak positif pada kesehatan mental dan emosional pasien.
Pelayanan pasien yang unggul adalah kunci untuk membangun reputasi dan keberlanjutan institusi. Rumah sakit yang mengutamakan kenyamanan, keamanan, dan kepuasan pasien akan mendapatkan loyalitas, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan menarik lebih banyak pasien.
Dengan mengedepankan pelayanan yang humanis dan profesional, rumah sakit tidak hanya menjadi tempat penyembuhan, tetapi juga pusat harapan bagi masyarakat.
Bagi dr. Meike, keutamaan pelayanan pasien terletak pada dampaknya yang menyeluruh. Pasien merasa dihargai, dokter merasa terpenuhi dalam misi kemanusiaannya, dan rumah sakit tumbuh sebagai institusi yang dipercaya. Dalam ekosistem kesehatan, pelayanan pasien yang berkualitas adalah investasi jangka panjang untuk kebaikan bersama.
Terlebih sebagai rumah sakit berstandar internasional, BIMC Hospital Kuta dituntut memiliki standar pelayanan yang lebih baik karena berhadapan dengan warga negara asing (WNA). Dan terbukti, pasien WNA memberikan review positif terkait pelayanan di BIMC Kuta.
Hal ini bisa dilihat pada Google Review, dimana semua pasien memberikan umpan balik yang sangat baik terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan BIMC Kuta. Pasien WNA cenderung memberikan tanggapan positif terhadap pelayanan di rumah sakit ini, terutama karena standar pelayanan yang tinggi dan fasilitas yang lengkap.
Tak heran jika BIMC Hospital Kuta yang berdiri sejak tahun 1998 ini menjadi tumpuan bagi warga lokal dan wisatawan yang membutuhkan perawatan medis mendesak di Bali. BIMC Kuta dilengkapi dengan Pusat Kecelakaan dan Darurat 24 jam yang didukung oleh tim medis terlatih dan teknologi mutakhir. Ketika pasien darurat tiba, prosedur penanganan berlangsung cepat dan terkoordinasi.
dr. Meike bahkan mengatakan, meskipun BIMC Hospital Kuta tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, namun siapa saja yang memerlukan bantuan kesehatan darurat, bahkan yang tidak punya uang sekalipun, tetap bisa dilayani di BIMC Hospital Kuta. “Jadi ketika pasien sudah dalam kondisi stabil, kita bisa rujuk ke rumah sakit yang memang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” kata dr Meike.
Misalnya, seorang wisatawan atau warga lokal yang mengalami kecelakaan lalu lintas langsung mendapatkan respons segera dari tim darurat BIMC. Ambulans yang dilengkapi GPS dan radio memungkinkan komunikasi langsung dengan ruang gawat darurat, memastikan pasien tiba dalam kondisi stabil.
Setibanya di rumah sakit, pasien darurat langsung ditangani di ruang gawat darurat yang dilengkapi peralatan modern. Dalam kasus tersebut, pasien dengan cedera serius berhasil mendapatkan penanganan awal yang cepat, diikuti dengan observasi intensif di ruang perawatan. “Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan cepat dan aman bagi setiap pasien, terutama dalam situasi darurat,” ujar dr Meike. **
Penulis: Karolina, Editor: Igo Kleden


