JAKARTA – Dewan Pers menegaskan pentingnya peran jurnalisme berkualitas dalam membangun masyarakat yang cerdas dan menjaga keberlangsungan demokrasi. Hal tersebut disampaikan dalam peringatan World Press Freedom Day 2026 yang menjadi momentum refleksi bagi insan pers di tengah derasnya arus informasi global.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menyatakan bahwa pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga berperan sebagai penjernih di tengah maraknya disinformasi.
“Tanpa informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif, sulit membangun perdamaian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Forum Organisasi Penyiaran Indonesia turut menggelar rangkaian kegiatan bertema “Kolaborasi untuk Informasi Berkualitas dan Keberlanjutan Media.” Kegiatan tersebut dilaksanakan di kawasan Car Free Day, tepatnya di Café Vilo Riverview, Stasiun KA BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, mulai pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.
Acara dikemas dalam bentuk sambutan, penekanan sirine peringatan, serta kegiatan fun walk bersama Kementerian Komunikasi dan Digital, komunitas pers, pelaku industri media, dan masyarakat.
FOPI yang terdiri dari berbagai asosiasi penyiaran menekankan pentingnya kolaborasi antara media, pemerintah, platform digital, dan publik untuk menghadirkan informasi yang akurat sekaligus menjaga keberlanjutan industri media.
Selain itu, Dewan Pers juga mendorong lahirnya regulasi yang memberikan perlindungan terhadap karya jurnalistik, termasuk percepatan undang-undang hak cipta jurnalistik serta gagasan no tax for knowledge.
Menutup pernyataannya, Komaruddin mengajak seluruh insan pers untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi.
“Pers Indonesia harus membuktikan diri sebagai pilar utama dalam menciptakan masa depan yang demokratis, damai, adil, dan berkelanjutan,” tegasnya. (*)

