Masalah Klasik Sampah: Ancaman Lingkungan dan Pariwisata

Spread the love

DENPASAR – Bali yang dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia, kini tengah berjuang menghadapi krisis pengelolaan sampah yang mengancam keberlanjutan sektor pariwisatanya. Masalah sampah, khususnya sampah plastik, menjadi isu krusial yang mengancam keberlanjutan pariwisata Bali.

Nyoman Astama seorang pelaku pariwisata yang kini menjabat sebagai Honorary Consul of Ukraine atau Konsul Kehormatan Ukraina kepada tim globalone.id menyebutkan bahwa pantai-pantai populer seperti Kuta dan Seminyak sering dipenuhi sampah, terutama pada musim hujan.

 

BACA JUGA: I Nyoman Astama: Pariwisata Bali Antara Tantangan dan Solusi Bersama

 

Krisis ini terlihat jelas di pantai-pantai populer seperti Kuta, Kedonganan, dan Jimbaran, yang kerap dipenuhi sampah plastik, kayu, dan limbah rumah tangga, terutama pada musim hujan antara Desember hingga Maret.

Fenomena “sampah kiriman” akibat gelombang tinggi dan angin kencang membawa limbah dari sungai dan daerah lain, termasuk dari Pulau Jawa, ke pesisir Bali. Pantai Kedonganan, misalnya, pada Desember 2024 dilaporkan dipenuhi sampah plastik tepat di depan pasar ikannya yang terkenal, menciptakan pemandangan yang merusak estetika dan kenyamanan wisatawan.

Terkait masalah klasik sampah di Bali ini, Nyoman Astama mengatakan Bali memiliki peluang untuk menjadi model pariwisata berkelanjutan dengan mengintegrasikan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan sampah.

 

BACA JUGA : Soroti Perilaku Negatif Wisatawan di Bali, Astama: Bukan Tentang Ketidaktahuan, Tapi Kurangnya Informasi dan Edukasi

 

Dengan mempromosikan destinasi yang jarang dikunjungi, tekanan pada kawasan wisata populer seperti Kuta dan Seminyak dapat dikurangi. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan akan memperkuat citra Bali sebagai destinasi yang ramah lingkungan dan kaya budaya.

Tanpa langkah konkret, krisis sampah dapat merusak pesona Bali dan mengancam identitas budayanya. Dengan komitmen bersama dari pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri pariwisata, Bali dapat kembali memikat dunia sebagai pulau paradise yang bersih dan lestari. *

Penulis: Karolina, Editor: Igo Kleden

 

Catatan Redaksi: Cerita, kisah dan pengabdian I Nyoman Astama hadir dalam beberapa tulisan  di globalone.id sekaligus dalam versi E-Magazine EKSEKUTIF.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *