DENPASAR – Gde Sumarjaya Linggih atau yang biasa disapa Demer resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Bali periode 2025-2030 dalam Musyawarah Daerah (Musda) Ke-11 DPD Partai Golkar Bali, Sanur, Minggu (13/07/2025) malam. Dia terpilih secara aklamasi karena merupakan calon tunggal setelah I Nyoman Sugawa Korry menyatakan tidak akan mencalonkan diri sebagai ketua kembali.
“Mengangkat dan mengesahkan Gde Sumarjaya Linggih sebagai Ketua DPD Partai Golongan Karya Bali periode 2025-2030. Ketetapan ini dinyatakan mulai berlaku Minggu pukul 21.20 WITA,” tegas Wakil Ketua DPP Golkar Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan, Zulfikar Arse Sadikin, saat Musda Golkar di Denpasar, Minggu (13/07/2025).
Zulfikar menyatakan bahwa penetapan Demer telah memenuhi prosedur yang berlaku, yakni penjaringan dan persyaratan. Oleh karena hanya Demer yang mendaftar dan memenuhi syarat, maka langsung ditetapkan sebagai ketua terpilih setelah penyampaian visi dan misi. Hal tersebut juga disetujui oleh mayoritas kader.
Setelahnya, Demer memiliki waktu selama maksimal 30 hari untuk menyusun kepengurusan baru. Demer sendiri telah memiliki sejumlah rencana yang akan dilakukannya selama memimpin Golkar Bali. Hal pertama yang diinginkannya adalah sistem internal partai yang lebih baik melalui revitalisasi, konsolidasi, dan penataan organisasi.
“Siapa yang nanti mempunyai komitmen untuk pelayanan, siapa yang mampu menyerap aspirasi, mungkin itu yang akan kami revitalisasi, termasuk menghidupkan Kelompok Induk Organisasi Golkar (Kino) dan para Gen Z,” ungkap Demer.
Dari sisi ekonomi, Demer akan mengupayakan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor daring. Dia menyebut, hanya 5 persen produsen atau pedagang yang berdagang di internet. Sektor tersebut terlalu didominasi oleh konsumen.
Di sisi lain, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa pemimpin terpilih nantinya harus menyerap aspirasi rakyat secara langsung. Sosok Ketua DPD Partai Golkar Bali harus mencari tahu dan punya kewajiban untuk masuk ke dalam jantung dan urat nadi masyarakat.
“Agar tahu persis persoalan yang dialami masyarakat Provinsi Bali. Dengan soliditas yang ada, saya yakin Golkar Bali akan semakin berkibar dan jumlah kursi di pemilu 2029 pun akan meningkat,” ujarnya.***(sandra)

