PADANG — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat menegaskan komitmennya mengawal peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Air Permukaan (PAP) pada 2026.
Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menyampaikan hal tersebut usai rapat paripurna penyampaian laporan reses masa persidangan kedua, sekaligus penutupan masa sidang kedua dan pembukaan masa sidang ketiga 2026, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disahkan dan mulai berjalan, DPRD mendorong berbagai terobosan guna memperkuat fiskal daerah, terutama di tengah menurunnya Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
“Tidak mungkin kita berbicara pembangunan dan kesejahteraan tanpa memperkuat fiskal. Karena itu, PAD menjadi fokus, termasuk optimalisasi Pajak Air Permukaan yang saat ini kita kawal ketat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, DPRD melalui Badan Anggaran (Banggar) dan komisi terkait akan menggelar rapat rutin bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk memastikan target PAD tercapai.
Rapat koordinasi dijadwalkan berlangsung setiap satu hingga dua bulan, sementara komisi-komisi di DPRD didorong melakukan evaluasi secara bulanan.
“Itu akan melakukan rapat rutin dengan TAPD sekali dua bulan. Kalau komisi kita minta tiap bulan. Bagaimana target PAD bisa terwujud, di samping kami juga akan membahas kembali aset-aset provinsi,” jelasnya.
Selain itu, Muhidi menyebut DPRD telah menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat hasil reses masa persidangan kedua kepada gubernur.
Aspirasi tersebut diharapkan dapat diperjuangkan tanpa perubahan signifikan, termasuk dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027.
“Ini nanti akan kita bahas dalam KUA-PPAS. Harapannya, program yang diusulkan masyarakat bisa terakomodasi,” katanya.
Ia menambahkan, DPRD juga akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan secara optimal.
Dalam fungsi legislasi, DPRD akan meninjau kembali rancangan peraturan daerah (Ranperda) lama serta membahas Ranperda sesuai Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2026.***

