KUPANG — Asuransi Jasindo memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dengan menggelar program pencegahan stunting di Desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
Program bertajuk “Cegah Stunting melalui Cipta Generasi Sehat & Edukasi Pangan Bergizi” ini merupakan bagian dari inisiatif Narasemesta yang mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat.
Direktur SDM dan Umum Jasindo, Dewi Utari, mengatakan stunting merupakan isu strategis yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Melalui Narasemesta, kami ingin memberikan edukasi, dukungan gizi, serta mendorong kemandirian pangan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (1/5/2026).
Program ini menyasar sekitar 150 peserta, terdiri dari ibu hamil, ibu dengan anak usia 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), ibu dengan balita, remaja calon pengantin, hingga masyarakat umum.
Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi gizi seimbang sejak 1.000 HPK, sosialisasi pola hidup bersih dan sehat, serta penguatan layanan posyandu dan puskesmas untuk deteksi dini risiko stunting.
Selain edukasi, Jasindo juga menyalurkan bantuan pangan bergizi berupa beras, telur, dan biskuit jagung, serta dukungan kemandirian protein melalui bantuan 150 ekor ayam pullet lengkap dengan pakan dan perlengkapannya.
Untuk memperkuat layanan kesehatan, perusahaan turut memberikan bantuan alat kesehatan seperti timbangan bayi digital, infantometer, dan stadiometer.
Di sektor ketahanan pangan, Jasindo juga menyalurkan bantuan alat pertanian seperti cultivator dan solar dryer guna mendukung keberlanjutan program.
Menurut Utari, pemilihan Desa Tetaf didasarkan pada tingginya risiko stunting serta keterbatasan akses terhadap pangan bergizi dan layanan kesehatan.
“Intervensi ini diharapkan tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
“Jasindo berkomitmen untuk terus hadir dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” tutupnya.***

