Membangun Harapan Baru Anak Muda NTT

Spread the love

BERBICARA tentang potensi sumber daya manusia di Nusa Tenggara Timur (NTT), Ruben Amor melihat bahwa masyarakat di daerah asalnya memiliki karakter yang kuat, jujur, dan pekerja keras. Namun, ketika berbicara tentang minat terhadap industri perhotelan, ia menilai masih ada tantangan tersendiri.

“Industri perhotelan di NTT sebenarnya punya peluang besar untuk tumbuh,” ujarnya. “Sayangnya, minat masyarakat lokal terhadap dunia ini masih tergolong rendah. Sebagian besar anak muda lebih memilih menjadi pegawai negeri.”

Menurut Ruben, hal itu bukan tanpa alasan. Menjadi PNS masih dianggap sebagai simbol kesuksesan dan jaminan hidup. “Mereka bangga ketika bisa menjadi pegawai negeri, karena merasa hidup sampai mati sudah ditanggung negara,” katanya dengan nada memahami.

Meski begitu, Ruben tidak melihat hal itu sebagai kelemahan, melainkan sebagai cerminan budaya dan cara pandang masyarakat terhadap stabilitas hidup. Ia justru percaya bahwa dengan edukasi dan contoh nyata dari para profesional di industri pariwisata, pola pikir itu bisa perlahan berubah.

“Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Begitu juga masyarakat kita di NTT,” lanjutnya. “Yang penting adalah bagaimana kita membantu membuka wawasan, agar mereka melihat bahwa bekerja di dunia hospitality juga bisa memberikan masa depan yang menjanjikan.”

Ruben meyakini, dengan karakter masyarakat NTT yang setia, disiplin, dan tangguh, mereka sebenarnya memiliki modal besar untuk sukses di industri ini. Yang dibutuhkan hanyalah dorongan untuk berani keluar dari zona nyaman dan melihat dunia kerja dari perspektif baru.

Karakter dan Hati Nurani: Bekal Sejati Anak Muda NTT

BAGI Ruben Amor, membentuk karakter jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kekayaan. “Bukan seberapa kaya kita,” ujarnya tenang, “tapi seberapa besar hati nurani yang kita punya.”

Ia percaya, setiap anak muda memiliki jalan dan potensi masing-masing. Karena itu, generasi muda tidak bisa dipaksa menjadi sama seperti generasi sebelumnya. “Biarkan mereka berkembang sesuai karakter dan zamannya sendiri,” kata Ruben. “Yang penting, dasarnya kuat — karakter dan hati yang baik.”

Pesannya khusus untuk anak muda Nusa Tenggara Timur (NTT): beranilah keluar dan belajar dari dunia luar. Menurutnya, banyak anak muda NTT yang masih terjebak pada kenyamanan daerah asal dan sikap sukuisme yang tinggi. “Kita harus banyak bergaul dengan orang lain, bukan hanya dengan yang satu kampung,” pesannya.

Ada satu pesan dari sang ayah yang selalu ia pegang hingga kini. Ketika Ruben hendak merantau, ia sempat ingin belajar “ilmu” untuk bekal perjalanan. Namun ayahnya berkata lembut. “Kamu tidak perlu apa-apa. Satu saja bekalmu — berbuat baik kepada semua orang yang kamu temui.”

Nilai itu menjadi pegangan hidup Ruben sampai hari ini. Ia menjalani hidup tanpa iri, tanpa benci, tanpa dendam. “Hidup harus dijalani dengan ikhlas dan tanpa beban,” tuturnya. “Dan satu hal paling penting: jangan pernah mengambil yang bukan hak kita.”

Baginya, sukses bukan soal jabatan, harta, atau seberapa jauh seseorang melangkah. Sukses adalah tentang menjadi manusia yang tetap punya hati. **

 

Penulis: Karolina, Editor: Igo Kleden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *