DENPASAR – I Ketut Mardjana, mengungkapkan keprihatinannya atas banyaknya pungutan yang dikenakan kepada wisatawan di Bali. Ia menegaskan bahwa berbagai biaya tambahan yang tidak transparan telah menjadikan Bali sebagai destinasi wisata berbiaya tinggi (high-cost tourism), yang berpotensi mengurangi daya saing pulau ini di pasar pariwisata global.
BACA JUGA : Pariwisata Bali Bukan Overtourism, Tapi Pembangunan yang Tak Merata
Mardjana menyoroti bahwa wisatawan, baik domestik maupun internasional, seringkali dihadapkan pada berbagai pungutan, seperti retribusi masuk destinasi, biaya parkir, hingga biaya tambahan yang tidak jelas asal-usulnya.
“Wisatawan datang untuk menikmati keindahan Geopark Batur atau budaya Bali Mula, tapi jika mereka harus membayar berbagai biaya tak terduga, ini bisa mengurangi minat mereka untuk kembali,” katanya.
“Pungutan harus jelas tujuannya dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal,” tegas Mardjana. **
BACA JUGA : I Ketut Mardjana : Menuju Puncak Kepemimpinan Pos Indonesia

