Ketika Advokat Menjadi Suara Rakyat

Spread the love

SEBAGAI pengacara dengan jam terbang tinggi, Joao Meco tak jarang harus berpindah-pindah menangani kasus di berbagai daerah: Jakarta, Bali, hingga pelosok Timur Indonesia.

Dari meja hijau hingga lapangan, ia selalu hadir sebagai sosok advokat yang berani mengambil berbagai perkara—mulai dari korupsi, sengketa hak sipil, hukum pidana umum, hingga perlindungan korban. Suaranya konsisten menuntut transparansi dan keadilan, meski kerap menempatkannya dalam posisi berisiko ketika berhadapan dengan aparat atau pejabat publik.

BACA JUGA : Tak Pernah Patah Semangat Membela Kaum Tertindas

Nama Joao Meco bukanlah hal baru di jagat hukum Nusa Tenggara Timur (NTT). Lebih dari satu dekade, ia tampil sebagai advokat yang berani membuka tabir kasus-kasus sensitif. Baginya, profesi pengacara bukan sekadar ruang mencari nafkah, melainkan panggilan untuk membela kaum lemah dan menegakkan keadilan.

Tahun 2020, Joao Meco menjadi sorotan nasional. Saat mendampingi Baharuddin Tony, tersangka dugaan korupsi pengadaan benih bawang merah di Kabupaten Malaka, ia menemukan fakta mencengangkan: kliennya justru diperas oleh oknum penyidik Polda NTT. **

penulis : Karolina, editor : Igo Kleden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *