Sompo Insurance Ingatkan Risiko Serius Campak Lewat Healthy Talks

Spread the love

DENPASAR – Sompo Insurance Indonesia menggelar kegiatan Healthy Talks bertajuk “Campak Bukan Sekadar Ruam: Kenali Risiko dan Cara Mencegahnya” di Denpasar, Jumat (10/4/2026).Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni dr. Ahmad Nur Aulia, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam dari Bali Internasional Hospital, serta Dolly Baryn Ritonga selaku Chief Health Officer Sompo Insurance Indonesia.

Kegiatan Healthy Talks yang digelar Sompo Insurance Indonesia dengan menggandeng Bali International Hospital merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat pendekatan preventif di sektor kesehatan. Langkah ini dinilai penting mengingat tren industri asuransi global yang tidak lagi hanya berfokus pada perlindungan finansial saat risiko terjadi, tetapi juga pada upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Hal ini dikatakan Eric Nemitz, Presiden Direktur Sompo Insurance, dalam sesi wawancara bersama media. Menurutnya, melalui kolaborasi dengan institusi layanan kesehatan berstandar internasional, Sompo ingin menghadirkan informasi medis yang kredibel sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat. Edukasi ini diharapkan dapat menekan risiko penyakit, sehingga berdampak pada peningkatan kualitas hidup sekaligus efisiensi biaya kesehatan jangka panjang.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat engagement dengan nasabah dan publik. Dengan menghadirkan diskusi interaktif bersama tenaga medis profesional, Sompo tidak hanya memposisikan diri sebagai penyedia asuransi, tetapi juga sebagai mitra kesehatan yang proaktif.

Di sisi lain, kerja sama dengan Bali International Hospital mencerminkan komitmen Sompo dalam membangun ekosistem kesehatan yang terintegrasi, menggabungkan perlindungan asuransi dengan layanan medis berkualitas. Melalui Healthy Talks, Sompo berharap dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih sehat, sekaligus mempertegas peran industri asuransi sebagai bagian dari solusi dalam menjaga kesehatan publik secara berkelanjutan.

Sementara itu, dalam paparannya, dr. Ahmad Nur Aulia, Sp.PD, mengungkapkan bahwa penyakit campak atau dikenal juga sebagai rubeola kembali menjadi perhatian serius setelah terjadi peningkatan kasus secara signifikan pada tahun 2025. Data menunjukkan lonjakan hingga 147 persen, yang menandakan bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat.

“Campak bukan hanya penyakit dengan gejala ruam kulit semata. Virus ini sangat menular, bahkan lebih mudah menyebar dibandingkan COVID-19 karena dapat ditularkan melalui udara,” jelasnya.

Meski demikian, Bali hingga saat ini belum termasuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat Bali merupakan destinasi internasional dengan kunjungan mencapai sekitar 6 juta wisatawan setiap tahun. Tingginya mobilitas ini berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular, termasuk campak.

Lebih lanjut, dr. Ahmad menyoroti masih banyaknya mitos yang berkembang di masyarakat. Salah satunya adalah anggapan bahwa campak hanya menyerang anak-anak. Faktanya, orang dewasa juga dapat terinfeksi dan bahkan berisiko mengalami komplikasi yang lebih serius.

Selain itu, terdapat pula anggapan bahwa seseorang yang telah divaksin tidak mungkin tertular campak. Padahal, vaksinasi tetap penting untuk menurunkan risiko infeksi dan tingkat keparahan penyakit, meskipun tidak memberikan perlindungan secara mutlak.

“Campak juga sering dianggap sebagai penyakit yang sudah langka. Namun, peningkatan kasus belakangan ini membuktikan bahwa persepsi tersebut tidak sepenuhnya benar,” tambahnya.

Upaya pencegahan utama dilakukan melalui vaksinasi, khususnya vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella). Pemberian vaksin sesuai jadwal sangat penting, karena jika dilakukan sebelum usia satu tahun, efektivitasnya perlu diperkuat melalui imunisasi lanjutan sesuai anjuran tenaga medis.

 

Dari kiri-kanan, Dolly Baryn Ritonga –Chief Health Officer Sompo Insurance Indonesia, Eric Nemitz –Presiden Direktur Sompo Insurance dan Ruthania Martinelly –Head of Brand & Corporate Communications PT Sompo Insurance Indonesia saat memberikan keterangan media.

 

Selain vaksinasi, menjaga daya tahan tubuh juga menjadi faktor penting dalam melawan virus. Hingga saat ini, belum terdapat antivirus spesifik untuk campak, sehingga pencegahan dan penguatan sistem imun menjadi langkah utama.

Sementara itu, Sompo Insurance Indonesia melalui kegiatan ini juga mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi kesehatan. Pemerintah pun terus mengembangkan transformasi digital dalam sistem kesehatan guna memantau dan merespons potensi wabah secara cepat, sehingga KLB dapat dicegah atau dikendalikan lebih dini.

Sementara Dolly Baryn Ritonga, Chief Health Officer Sompo Insurance Indonesia menjelaskan, Sompo Insurance Indonesia terus memperkuat posisinya di industri asuransi dengan menghadirkan beragam produk perlindungan, baik untuk individu maupun pelaku usaha. Perusahaan ini fokus pada lini asuransi umum (general insurance) dengan cakupan risiko yang semakin luas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Untuk segmen individu, Sompo menawarkan sejumlah produk unggulan, di antaranya asuransi kendaraan bermotor yang mencakup perlindungan komprehensif (all risk) maupun total loss only (TLO). Produk ini melindungi kendaraan dari risiko kecelakaan, kehilangan, hingga bencana alam.

Selain itu, Sompo juga menghadirkan asuransi kesehatan yang menanggung biaya perawatan medis, termasuk perlindungan terhadap penyakit tropis seperti demam berdarah. Di sektor mobilitas, tersedia pula asuransi perjalanan yang memberikan perlindungan selama perjalanan domestik maupun internasional, mulai dari keterlambatan hingga risiko medis darurat.

Perlindungan lainnya mencakup asuransi properti untuk rumah dan aset pribadi, asuransi kecelakaan diri, hingga asuransi gadget dan perangkat elektronik. Menjawab perkembangan era digital, Sompo juga menghadirkan produk asuransi berbasis risiko siber (cyber insurance) guna melindungi nasabah dari ancaman penipuan online dan kebocoran data.

Sementara itu, pada segmen korporasi, Sompo menyediakan solusi perlindungan yang lebih kompleks. Produk yang ditawarkan meliputi asuransi properti dan kebakaran, asuransi kendaraan operasional (fleet), serta asuransi konstruksi dan engineering untuk proyek pembangunan.

Tak hanya itu, perusahaan juga menyediakan asuransi pengangkutan barang (marine cargo), asuransi kredit perdagangan untuk melindungi risiko gagal bayar, serta asuransi tanggung gugat (liability insurance) yang melindungi perusahaan dari tuntutan hukum pihak ketiga. Untuk kebutuhan internal perusahaan, tersedia pula produk asuransi karyawan, serta asuransi uang (money insurance) yang melindungi aset kas selama penyimpanan maupun distribusi.

Dengan portofolio produk yang luas tersebut, Sompo Insurance Indonesia berupaya menjawab kebutuhan perlindungan yang terus berkembang, baik di sektor personal maupun bisnis. Inovasi produk, termasuk pada perlindungan risiko digital, menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam menghadapi dinamika industri asuransi yang semakin kompleks.

Sebelum kegiatan Healthy Talks, Sompo Insurance Indonesia juga mengadakan sesi Yoga with Purpose yang berlangsung pada hari yang sama bersama instruktur yoga Melisa Huang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program yang dirancang untuk mendorong kesadaran hidup sehat secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi pengetahuan medis, tetapi juga keseimbangan fisik dan mental.

Menurut Ruthania Martinelly, Head of Brand & Corporate Communications Sompo Insurance Indonesia, sesi yoga tersebut dihadirkan untuk membantu peserta menenangkan pikiran serta mengembalikan energi di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *