DENPASAR – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Jhoni Asadoma, mengunjungi Kantor Garuda TV Bali yang berlokasi di Jalan Tukad Musi I No. 5, Denpasar, pada Jumat (30/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam kapasitasnya sebagai narasumber dalam program talkshow Nalar Keadilan yang disiarkan Garuda TV Bali.
Dalam talkshow yang dipandu oleh host Sonny Tumbelaka itu, Jhoni Asadoma menyampaikan berbagai pandangannya terkait isu sosial dan keamanan, khususnya menyangkut keberadaan warga NTT di Bali. Ia mengungkapkan bahwa kehadirannya di Pulau Dewata selama tiga hari ini dilakukan secara khusus untuk meredam maraknya kasus kerusuhan yang melibatkan oknum warga NTT di Bali.
Wagub Asadoma menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh segelintir oknum tidak dapat mewakili karakter dan jati diri masyarakat NTT secara keseluruhan. Ia juga menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat, tokoh adat, serta pemerintah daerah dalam membangun kesadaran kolektif agar warga NTT di Bali senantiasa menjaga ketertiban, menghormati kearifan lokal, dan menaati hukum yang berlaku.
“Kami datang untuk mengajak semua pihak melakukan pendekatan persuasif, dialog, dan pembinaan, agar persoalan-persoalan ini tidak berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui forum dialog di Garuda TV ini, Jhoni Asadoma berharap pesan perdamaian dan tanggung jawab sosial dapat tersampaikan secara luas, sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara masyarakat NTT dan masyarakat Bali yang selama ini telah terjalin dengan baik.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan pemerintah Provinsi Bali atas ketidaknyamanan dan keresahan yang terjadi. Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap warganya,” ujar Jhoni Asadoma.
Sebelum mengunjungi Garuda TV Bali, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Jhoni Asadoma bersama rombongan terlebih dahulu menyempatkan diri mengunjungi sejumlah rumah bedeng yang dihuni warga NTT di wilayah Legian, Kuta, Kabupaten Badung.
Kunjungan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Wagub Asadoma. Ia melihat langsung kondisi tempat tinggal warga yang sebagian besar bekerja di sektor informal dengan fasilitas yang terbatas. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya kehadiran negara dan pemerintah daerah dalam memberikan perhatian, pembinaan, serta pendampingan kepada warganya yang merantau.
Wagub Asadoma juga berdialog secara langsung dengan para penghuni bedeng, mendengarkan keluhan, harapan, serta pesan-pesan yang disampaikan warga. Ia mengajak seluruh warga NTT di Bali untuk tetap menjaga ketertiban, mempererat persaudaraan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Bali.
“Kunjungan ini menjadi refleksi bagi kami bahwa pembinaan terhadap warga perantau harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya ketika muncul persoalan. Warga NTT harus menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah,” ungkapnya.
Melalui kunjungan tersebut, Wagub berharap terbangun komunikasi yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat perantau, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, aman, dan saling menghormati di tengah keberagaman. **

