Luncurkan Buku Hukum Bisnis Saat Purna Tugas di Usia 80 Tahun, Prof. Retno Murni : Jangan Berhenti Berkarya

Spread the love

DENPASAR – Mengakhiri masa pengabdian sebagai pengajar di usia 80 tahun, Guru Besar Hukum Bisnis Universitas Udayana (Unud), Prof. Dr. R.A. Retno Murni, S.H., M.H., Ph.D, meluncurkan buku berjudul Pemikiran Komprehensif Hukum Bisnis Menjawab Tantangan Digitalisasi. Peluncuran buku berlangsung di Kampus Universitas Udayana, Jalan Sudirman, Denpasar, Kamis (18/12/2025).

Buku setebal 637 halaman tersebut merupakan hasil pemikiran kolektif 45 Guru Besar dan Doktor dari berbagai universitas di Indonesia, serta menghadirkan perspektif internasional. Karya ini disebut Prof. Retno sebagai warisan intelektual (legacy) yang ingin ia tinggalkan pada masa purna tugasnya sebagai akademisi.

“Purna tugas bukan berarti berhenti berkarya. Justru pada titik ini, saya ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat dan dapat terus dikembangkan,” ujar Prof. Retno di sela-sela peluncuran buku.

Profesor kelahiran Yogyakarta, 26 November 1945, ini menuturkan ide penulisan buku telah muncul sejak lima tahun lalu, saat dirinya berusia 75 tahun. Ia ingin mengajak rekan-rekan akademisi lintas perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam satu karya bersama yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sebagai pengajar Hukum Bisnis sekaligus praktisi di bidang perbankan, Prof. Retno menilai hukum bisnis memiliki keterkaitan erat dengan perekonomian nasional. Karena itu, buku ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa dan akademisi, tetapi juga bagi pemerintah serta para pembuat kebijakan.

“Buku ini dimaksudkan sebagai bahan evaluasi dan analisis, baik terhadap hukum bisnis privat maupun publik, sekaligus memberikan masukan bagi kebijakan publik,” jelasnya.

Menariknya, buku ini juga menghadirkan sudut pandang internasional. Salah satu penulisnya adalah Gareth Benson, LLB, dosen tidak tetap di Charles Darwin University, Australia, yang mengulas isu kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam konteks hukum bisnis.

“Ada upaya untuk menjembatani pemikiran Timur dan Barat. Digitalisasi dan AI adalah tantangan global yang harus direspons secara komprehensif,” tambah Prof. Retno.

Sementara itu, Gareth Benson menilai peluncuran buku ini menjadi ruang dialog lintas disiplin yang memadukan keunggulan akademik, perlindungan konsumen, serta inovasi lintas negara.

“Bali semakin menegaskan perannya sebagai simpul strategis yang mempertemukan dunia pendidikan, hukum, industri, dan ekonomi digital global,” ujar Benson.

Peluncuran buku ini merupakan hasil kerja sama Fakultas Hukum Universitas Udayana dengan The People’s Law Centre di bawah naungan Yayasan Duta Bina Bhuana. Acara tersebut dihadiri sejumlah profesor dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Prof. Dr. Herowati Poesoko (Universitas Jember), Prof. Dr. M. Khoidin (Universitas Jember), Prof. Dr. Rahayu Hartini (Universitas Muhammadiyah Malang), serta akademisi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, President University, dan Universitas Janabadra.

Pada kesempatan yang sama, turut diluncurkan buku karya Prof. Retno lainnya berjudul 80 Tahun Menyalakan Lilin. Buku ini memuat kesan dan pesan dari sahabat, kolega, serta para akademisi yang telah mendampingi perjalanan panjang Prof. Retno dalam dunia pendidikan hukum.

Melalui dua karya tersebut, Prof. Retno kembali menegaskan pesannya kepada generasi akademisi: usia dan purna tugas bukanlah batas untuk terus berkarya dan memberi kontribusi bagi ilmu pengetahuan. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *