Jimmi Saputra: Naluri Bisnis yang Tak Pernah Padam

Spread the love

NALURI bisnis memang sudah mengalir dalam diri Jimmi Saputra sejak muda. Setelah ditempa dengan didikan keras dan belajar mandiri sejak kecil, ia mulai berani melangkah ke dunia usaha. Salah satu langkah besar yang menjadi titik awal perjalanan bisnisnya adalah ketika ia melihat peluang di sektor transportasi.

“Saya lihat waktu itu, bisnis transport sangat menjanjikan,” kenangnya. “Lalu saya bilang ke bapak, ‘kalau kita beli mobil dan dijadikan usaha, hasilnya bisa bagus.’ Tapi bapak saya tidak setuju. Beliau memang tidak punya jiwa bisnis.”

Berbeda dengan sang ayah, ibunya justru dikenal jeli dalam melihat peluang. Diam-diam, sang ibu mendukung langkah Jimmi.
“Tanpa sepengetahuan bapak, ibu akhirnya membeli mobil untuk modal usaha,” ujarnya sambil tersenyum. “Kami mulai menjalankan bisnis itu diam-diam.”

Usaha itu pun berjalan lancar. Ketika sang ayah akhirnya mengetahui, responsnya tak lagi marah seperti dulu.

Sejak saat itu, Jimmi terus mengasah naluri bisnisnya. Ia tak pernah berhenti mencari peluang baru, membaca kebutuhan pasar, dan berani mengambil risiko.
“Bagi saya, bisnis itu bukan sekadar cari untung. Ini tentang keberanian mengambil langkah pertama,” tegasnya. “Karena kalau tidak mulai, kita tidak akan pernah tahu seberapa jauh bisa melangkah.” **

 

Penulis: Karolina, Editor: Igo Kleden

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *