Titik Balik di Negeri Kanguru, Kembali Berlabuh di Bali

Spread the love

TAHUN 1995 menjadi titik balik besar dalam hidup Dudy Mayanto. Ia memutuskan untuk pindah ke Australia, meninggalkan hiruk pikuk dunia pariwisata yang selama ini menjadi napas hidupnya.

Di Negeri Kanguru itu, ia menemukan jalur usaha baru—bisnis penjualan daging halal untuk komunitas muslim. Menariknya, produk ini bukan hanya diminati warga muslim, tetapi juga disukai warga lokal Australia.

BACA JUGA : Dudi Mayanto: Dari Dasi hingga Destinasi

“Rasanya beda,” begitu komentar banyak pelanggan bule yang membuat bisnisnya berkembang pesat. Lima tahun berselang, pada tahun 2000, Dudy kembali menginjakkan kaki di Bali untuk berlibur. Awalnya, ia tidak memiliki rencana menetap kembali. Namun, takdir berkata lain.

Pertemuannya dengan Junaedi, pemilik Bali Harapan Utama Travel, menjadi pintu masuk untuk kembali ke dunia pariwisata. Sejak itu, ia mulai menakhodai kantor Bali Harapan Utama di kawasan Renon, Denpasar, dan dipercaya menangani tamu-tamu asal Amerika.

“Pada waktu itu, tahun 2000, Bali masih sangat nyaman untuk bekerja dan mencari uang, terutama di sektor pariwisata,” kenangnya.  Hanya dua tahun ia sempat merasakan manisnya industri ini, sebelum tragedi besar mengguncang Pulau Dewata. **

 

Penulis: Karolina, Editor: Igo Kleden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *