Bangkit dari Perpisahan, Melangkah Jadi Wanita Tangguh

Spread the love

KISAH hidup Netta tidak hanya tentang bisnis dan perjuangan membangun usaha, tetapi juga tentang cinta, pengorbanan, dan keteguhan hati seorang wanita. Perjalanan cintanya dimulai saat ia menikah dengan pria asal India pada 6 November 2004. Tak lama setelah pernikahan, Netta mengandung buah hati pertamanya.

Awal tinggal di Bali, tak lama setelah pernikahan, banyak tantangan yang harus dihadapi Netta. Suaminya belum memahami Bahasa Indonesia, tidak mengenal dunia bisnis, dan masih asing dengan adat serta budaya Bali. Perbedaan bahasa pun kerap menimbulkan perselisihan.

Meski demikian, Netta tak berhenti melangkah. Justru di tengah segala keterbatasan, ia bersama suaminya kala itu mendirikan restoran pertama, Queen’s Tandoor, pada 12 Desember 2004. Usaha kuliner itu berkembang pesat hingga melahirkan empat restoran.

Namun, badai rumah tangga tak dapat dihindari setelah kurang lebih selama 21 tahun pernikahan. Perpisahan dengan sang suami menjadi titik balik dalam hidup Netta. Bukannya runtuh, ia justru bangkit. “Saya merasa tidak kehilangan apa pun saat berpisah. Yang kehilangan justru dia,” ujarnya tegas.

Hanya dalam waktu kurang dari lima bulan, Netta sudah kembali menata langkah, menyusun rencana baru, dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan. Meski ada penyesalan karena anak, Netta mengaku sudah mengikhlaskan segala hal yang terjadi pada perjalanan rumah tangganya. “Nama saya masih wangi, jadi orang masih mau menerima saya dan meminta bantuan saya,” tambahnya.

Meski sempat merasakan sakit hati karena kebaikannya dibalas dengan hal yang tidak baik, Netta tetap memilih untuk tidak berubah menjadi pribadi yang keras. “Pelajaran terbesar adalah meskipun disakiti, saya tidak bisa berhenti membantu orang. Siapa pun yang datang minta bantuan, pasti saya bantu,” ungkapnya.

Bagi Netta, setiap pengalaman pahit adalah ilmu berharga. Ia tetap membuka diri untuk berbagi pengetahuan, termasuk memberi nasihat pada restoran-restoran yang ingin berkembang. “Kadang saya ingin berhenti, tapi saya tidak bisa. Mungkin ini kelebihan saya, saya tetap ingin berguna bagi orang lain,” katanya penuh makna.

Kisah Netta adalah cerminan bahwa cinta, perpisahan, dan luka sekalipun bisa menjadi energi untuk tumbuh. Dari ujian itulah lahir seorang wanita tangguh yang terus berkarya, bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk orang lain. **

Penulis: Karolina, Editor: Igo Kleden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *