Ruben Amor: Menanam Kebaikan di Tanah Kelahiran

BAGI Ruben Amor, kesuksesan sejati bukan hanya tentang angka dan pencapaian karier, melainkan tentang seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain. Di tengah kesibukannya sebagai profesional di industri perhotelan, Ruben tetap meluangkan waktu dan sumber daya untuk berkontribusi bagi tanah kelahirannya, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selama lebih dari tujuh tahun terakhir, ia konsisten melakukan berbagai kegiatan sosial di wilayah tersebut. Tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi membangun fasilitas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Selama 7 tahun terakhir, Ruben sudah membangun gereja dan masjid untuk warga. Dan kini tengah mempersiapkan pembangunan gedung pertemuan yang akan menjadi tempat kegiatan sosial dan kebersamaan.

“Semua yang saya bangun di sana bukan untuk keuntungan pribadi,” ujarnya tegas. “Saya melakukannya sebagai bentuk legacy, sesuatu yang bisa terus bermanfaat bagi banyak orang,” katanya.

Ruben menegaskan bahwa tidak ada motivasi tersembunyi di balik aktivitas sosialnya. Tidak ada proyek untuk memperkaya diri, tidak ada kepentingan bisnis. Semua dilakukan dengan ketulusan hati dan niat untuk memberi kembali kepada daerah asal yang telah membentuk karakter dan prinsip hidupnya.

Ia juga percaya, NTT memiliki banyak orang hebat dan berpendidikan tinggi — generasi yang suatu hari nanti akan kembali dan berkontribusi untuk masyarakatnya sendiri. “NTT tidak kekurangan orang pintar,” katanya dengan nada optimistis. “Yang kita butuhkan adalah lebih banyak orang yang mau pulang dan mengalokasikan sebagian rezekinya untuk kegiatan sosial. Karena perubahan besar selalu dimulai dari niat kecil yang tulus.”

Melalui pengabdiannya ini, Ruben Amor membuktikan bahwa kesuksesan bukan diukur dari seberapa tinggi seseorang mendaki, tetapi seberapa banyak ia membantu orang lain ikut naik bersamanya. **

Penulis: Karolina, Editor: Igo Kleden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *